Skip to main content

Full text of "Kupas Tuntas 1,2 dan 4"

Permasalahan Keempat 






IATKANNYA IGHTIYAL. 



EIRtHARBI 



J*p 



pinTiqh Jihfd 



Oleh Syaikh J 
Bdillah ALrRuh^,,.' 



llohu ashroh- 



Fonjm Islam Al-Busyra 
DiulhlUih 1433 H/2D12 M 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 



^jll <>*jJI *& p*i 



Forum Islam Al-Busyro 

Divisi Bahasa dan Translitrasi 

: : Mempersembahkan : : 

Kupas Tuntas Fiqih Jihad 

Dari Kitab 

Masail Min Fiqh Jihad 

-Permasalahan Keempat- 

DI SYARIATKANNYA IGHTIYALAT 

TERHADAP KAFIR HARBI 

(( Abu Abdillah Al-Muhajir )) 

-semoga Alloh meneguhkan dan membebaskan beliau- 



1433 H| 2012 M 



Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 



Permasalahan keempat: Disyari'atkannya Ightiyalat (pembunuhan secara mendadak) 
terhadap orang karir yang diperangi. 



• Alloh Ta'ala berfirman : 
Ijjbtalj aAjj>^i^Ij l&j.ii.j »Aji>*Kj '"'.^ ^jjSjjLiuul Ijliala i^pjl j£-u:VI ^oLul bli 

aj^ j j jic. i&l (jj w Ag Ijiii I jika Sl£ jjl I jjI j S^/lLajl I jxlal j I jAj (jli w .iLa jx (J£ i^J 

"Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu 
dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan 
intailah ditempat pengintaian. jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan 
menunaikan zakat, Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. 
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. At Taubah: 5) 

Berkata Ibnu Katsir -rahimahulloh- rirman Alloh Ta'ala : 

JU^aj-a (_)^ a^J Ij-JaSIj aAjj>^i^>Ij 

Maksudnya: (janganlah merasa cukup dengan hanya mendapatkan mereka, namun 
(lebih dari itu) kepunglah mereka di rumah-rumah mereka dan benteng mereka. Dan 
intailah mereka di setiap jalan yang biasa mereka lalui, sehingga mereka merasakan 
kesempitan dan terpaksa memilih diantara dua pilihan, perang atau masuk Islam.) 
(Tafsir ibnu Katsir, 2/337) 

Berkata Ibnu Jarir -rahimahulloh- mengenai firman Alloh : 

t", o , S »i t i j t f &t - t * > o f, 

j ■ a j a (_p p^J Ij.jjl3Ij aAjjj>^a^lj 



Berkata (dikatakan: intailah mereka dalam rangka untuk memerangi mereka ditempat- 
tempat pengintaian, di setiap jalan yang mereka lalui, yakni: di setiap jalan yang bisa 

Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

kita mengawasi, mengintai mereka sebagaimana ada yang berkata: maksudnya: 
mengintai. (Tafsir At-Thabari, 10/78) 

Berkata Syeikh As-Sa'di -rahimahulloh- mengenai firman Alloh Ta'ala : 

P , o , S ki. „ t \ j f t?.? , , t t t » f , 

J ■ a^j a (_p a^J Ij.jjl3Ij ~^ jj- ,-«->• >j 

"dcm intailah (mereka) ditempat pengintaian." (QS. At-Taubah :5) 

Maksudnya: di setiap kesempatan dan tempat yang mereka lewati, bersiap siagalah 
dalam berjihad melawan mereka, keluarkan segala usahamu dalam hal ini. Dan teruslah 
bersikap demikian kepada mereka sampai mereka bertaubat dari kesyirikan mereka." 
(TafsirAs-Sa'di:221) 

Maka maksud rirman Alloh Ta'ala : 

C , , , sJL ,f\ \ f f%\ , a f f f » f , 
J i a j a (_p a^J Ij^x3lj aAjj>^i^>Ij 

Maksudnya: intailah mereka dari mana saja kalian bisa mengintai mereka. (Tafsir Al- 
Baghawie, 2/269) 

Ayat diatas merupakan nash diperintahkannya ightiyalat, perintah untuk 
melakukan, memotivasi kepada umat agar melaksanakan perintah Alloh berupa 
perintah ightiyalat dengan menyediakan sarana pendukung berupa kekuatan -yakni- 
nash ini merupakan nash disyariatkannya menyerang membunuh orang-orang kafir 
dengan tiba-tiba di setiap jalan yang mereka lalui. 

Berkata Ibnu Al-Arobi -rahimahulloh- mengenai firman Alloh Ta'ala : 

C , o , « »i „ 1 \ j f f!." { , a f f f » f , 
J ■ a_j a (_p a^J Ij^x3lj aAjj>^i^>Ij 



Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M [ 4 ] 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

Telah berkata para ulama kami: (dalil diatas, yakni surat At-Taubah ayat 5 adalah dalil 
bolehnya mengadakan ightiyalat (pembunuhan secara mendadak) terhadap orang karir 
sebelum mendakwahinya). (Ahkamu al-Qura'an 2/457) 

Berkata Al-Qurtubi -rahimahulloh- firman Alloh : 

Ak-ajA]| : tempat yang bisa dipakai untuk mengintai musuh. 

Dikatakan: o-^-a jl u^a Ciii-aj; a ku mengintai (memata-matai fulan) maksudnya: 

mengintip, mengintai. Maksudnya juga: mengawasi mereka di tempat yang mereka 
luput atau lalai darinya sehingga mereka bisa diawasi... dan dalil ini adalah dalil yang 
membolehkan menyerang mereka secara tiba-tiba (igthiyalat) sebelum mendakwahi 
mereka. (Tafsir Al- Qurtubi 8/73) 

Dan Al -Imam Al -Bukhori telah mengaitkan pada bab dari kitab Al-Jihad dalam hadits 
shahihnya, beliau berkata: Bab membunuh orang musyrik ketika sedang tidur. (Shahih 
Al-Bukhori, 3/1100) 

♦ kemudian tambahan sanad dari Al-Baraa bin Azib radiyallohu 'anhu, berkata: 
"Rasulullah salallahu 'alaihi wasallam pernah mengutus sekelompok kaum anshar 
kepada Abi Rofi' maka masuklah Abdullah bin Atik ke dalam rumahnya (Abi Rofi') pada 
malam hari, lalu Abdullah bin Atik membunuhnya dalam keadaan tidur. (HR. Bukhori, 
3/1101) 

Berkata Al-Hafidh Ibnu Hajar Al-Atsqalani rahimahullah: "di dalam hadits 
mengandung bolehnya memata-matai orang-orang musyrik, menipu mereka, dan 
bolehnya membunuh mereka dengan tiba-tiba dalam keadaan dia masih memiliki 
jaminan, dan keadaan, Abu Rafi' mengadakan perjanjian dengan Rasulullah salallahu 
'alaihi wasallam dan manusia berkumpul dengannya, mengambil pendalilan bolehnya 
ightiyalat dengan peristiwa yang menimpa kepadanya ini sebagai dalil bolehnya 
membunuh orang musyrik selain mendakwahinya walaupun memungkinkan baginya 
untuk didakwahi terlebih dahulu. Adapun sebab membunuhnya ketika dia tidur karena 
diketahui dia terus menerus berbuat kekariran, berbuat kejahatan. Dan jalan di 
syari'atkannya ightiyalat ini baik dari wahyu, begitupun dari dalil yang menunjukan 
bolehnya syari'at ightiyalat ini. (Fathul Bari, 6/155) 

Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

♦ Al Imam Al-Bukhori telah mengaitkannya dalam bab yang lain, dengan bab: 
(berbohong kepada orang karir harbi). (Shahih Al-Bukhari, 3/1103) 

♦ Lalu dari sanad Jabir dari Nabi salallahu 'alaihi wasallam bersabda: "siapa yang 
mau membereskan Ka'ab bin AI-Asyrof? 

Berkata Muhammad bin Maslamah: "Wahai Rasulullah, apakah engkau suka aku yang 

membunuhnya?" 

Beliau menjawab: "ya", berkata Muhammad bin Maslamah: "kalau begitu izinkan aku 

nanti mengucapkan sesuatu..." Beliau menjawab: "katakana saja". 

(Al-Bukhari: 3/1103) 

Dalam kitab "Mukhtar As-Shahah" (Al-Fatku: membunuh dikarenakan cemburu). 
(Mukhtar As-Shahah: 205) 

Dan dikatakan perbedaan "Al-Fatku" dengan "Al-Ghailatu" Bahwa Al- Fatku «iiiall adalah: 

membunuh, menyergap musuh dengan terang terangan karena kecemburuan terhadap 
agama sedangkan "Al-Ghailatu" atau Al-Ghill yakni menyembunyikan diri dalam 
memeranginya, menyerang secara sembunyi-sembunyi." (Al-Faaiqu: 3/88) 

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah "Al-Fatku" ialah seorang pemuda mendatangi 
temannya sedangkan dia datang dengan tiba-tiba, sehingga temannya tidak menyadari 
dengan kedatangan dengan maksud untuk membunuhnya. 

Sedangkan Al-Ghiilah: yakni menyiasati, menipunya lalu membunuhnya di tempat yang 
tersembunyi, tidak diketahui oleh orang yang akan di bunuhnya. (An-Nihayah Fie 
Gharieb Al-Hadits: 3/409) 

Aku berpendapat kedua cara di atas telah disyari'atkan dalam memerangi orang-orang 
kafir harbi yang memerangi Alloh dan Rasul-Nya serta agama-Nya. Yang mana mereka 
telah menghalangi dari jalanNya, membersihkan bumi dari najis mereka sehingga tidak 
ada lagi fitnah di muka bumi ini dan semata-mata agama ini hanya kepunyaan Alloh. 
Berkata Al- Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah (Al-Fatku: menyerang, menyegap terhadap 
kafir harbi) yaitu: bolehnya membunuh kafir harbi secara rahasia dan antara terjemah 
satu dan terjemah yang lain di artikan: "membunuh orang musyrik dalam keadaan 
tidur" ini dalam bentuk umum di jelaskan disana hadits Jabir tentang kisah 
pembunuhan terhadap Ka'ab bin Al-Asyraf yang terdapat catatan penting dalam bab 
sebelumnya, dimana dia (Ka'ab bin Al-Asyraf) telah membatalkan perjanjian dan 

Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M [ 6 ] 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

memerangi Nabi salallahu 'alaihi wasallam. Maka dibunuhnya dia tanpa ada seorangpun 

yang mengetahui. (Fathu al-Bari, 6/160) 

Aku (pengarang) berpendapat: dalil ini menjadi dalil diperintahkannya memerangi 

orang kafir harbi dengan cara mensiasati dari jalan yang mendatangkan sebab-sebab 

(tidak memberikan jaminan keamanan kepadanya) namun pada waktu itu Ka'ab 

menjadi merasa dekat dengan mereka sehingga akhirnya mereka berhasil 

membunuhnya dalam status tidak memiliki ikatan dan jaminan keamanan. 

Al-Imam Al-Bukhori mengaitkan bab ini dengan bab dari kitab Jihad dalam shahihnya, 

beliau berkata: Bab <&±L t_JjaJI (perang itu tipu daya (dengan siasat). (Shahih Al- 

Bukhari 3/1102) 

Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah: Asal-usul dalam Al-khod'u (^,- 1 ^') adalah 

menampakan perkara dan menyamarkan yang menyelisihinya, di dalamnya: 

memotivasi untuk waspada dalam berperang, menyerukan untuk bersiasat dalam 

memerangi kafir harbi, karena barang siapa yang lalai dari kewajiban siasat dalam 

perang maka dia tidak akan aman dari perkara ini. 

Berkata An-Nawawi: mereka telah sepakat bolehnya bersiasat dalam memerangi orang- 

orang kafir harbi menurut kesanggupan kecuali bila orang kafir tersebut terikat 

perjanjian atau aman. 

Berkata Ibnu Al-Arabi: Siasat hanya berlaku bagi yang berpaling (membatalkan 

perjanjian) atau menyembunyikan makarnya terhadap orang yang beriman dan yang 

sejenisnya. 

Dalam hadits terdapat isyarat di perbolehkan mempergunakan siasat, strategi dalam 

peperangan bahkan dengannya akan menambah keberanian oleh karena itu yang 

berlaku adalah membatasi apa yang mendukung dengannya sebagaimana ada hadits 

yang berbunyi: 

"Haji itu Arofah" 

Berkata ibnu Al-Munir: makna ■^c^ Sr 'J^' (perang itu tipu daya, siasat) adalah: 

perang yang baik, benar dilakukan oleh pelakunya, dan kesempurnaan perang itu 
sendiri dengan siasat, strategi, bukan semata-mata saling berhadapan-hadapan, sebab 
perang rrontal tinggi resikonya sedangkan tipu daya dapat di lakukan tanpa resiko 
bahaya." (fathul bari, 6/158) 

Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

Saya (pengarang: syaikh Abu Abdillah al-Muhajir) berkata: maka tidak diragukan lagi 
bahwa wasilah yang besar adalah strategi dan taktik dalam perang, dan tamkin yang 
besar dari memerangi karir harbi dan nikayah terhadap mereka dengan membunuh 
mereka secara mendadak (Ightiyalat) karena sungguh telah lalu perkataan Ibnu Al- 
Arabi: (tipu daya berlaku dalam perang memerangi orang karir harbi, dengan 
tersembunyi dan semisalnya). 

Maka disyarah (penjelasan) oleh Ibnu Al-Arobi rahimahullah, maka dengan 
"tersembunyi" maksudnya ialah ini sebagai wasilah dalam peperangan tersembunyi, 
dimana ini merupakan siasat yang diperintahkan kepadanya sebagiamana Rasulullah 
salallahu 'alaihi wasallam mengutus beberapa sahabat untuk membunuh Ka'ab bin Al- 
Asyraf dengan menggunakan pedang Nabi. 
Berkata dalam i4/-L/sa/i: 

(gi^lml !J1 (j^i (j-«^j /giiujuil \qa£Lj \jjjtS, (j-«£j <u (j^j <—slk! ; Uj^ (j-«£ \Cy& 

mmm a{kL\ iojJC- ^j^lj AJ (jJaSJ V (j-«^« (J* 
mm \ijj& 4j3 (j-a£ -153 \ e^-»^ jJJjoi! f.[g. uo (J£j 

Dan diantaranya siasat, strategi tersembunyi dalam perang telah diketahui... Berkata 
Ibnu Sayidah: siasat dalam perang yang mana mereka bersembunyi dan perkara yang di 
dalamnya tersembunyi maksudnya: di dalamnya terdapat perkara yang tersembunyi 
mengharuskan cerdik dan pandai tentangnya. ( Lisan Al-Arabi, 13 / 359 ) 

Beberapa contoh Ightiyalat dalam Sunnah Nabawiyyah: 

Sebagian hal yang bermanfaat mendatangkan faidah yakni kami menyebutkan 
beberapa keterangan dalam hadits mengenai amaliyah ightiyalat yang pernah dilakukan 
oleh para Sahabat - semoga Alloh meridhoi mereka - berdasarkan perintah Nabi 
shallallahu 'alaihi wa sallam, yang disertakan bagaimana tata cara yang menjadi 
keumuman dalam pelaksanaanya yang menjadi penyempurna atasnya, dan telah 
diriwayatkan kepada kami riwayat - riwayat yang panjang dan shahih yang berkenaan 
dengan urusan dien ini, dan diriwayatkannya dengan penuh semangat atasnya! 
Di sana tedapat beberapa amaliyah ightiyalat yang dilakukan oleh para Sahabat dalam 
Sunnah An-Nabawiyyah, diantaranya apa yang telah diperintahkan Nabi ahallallahu 
'alaihi wa sallam, dan diantaranya pula amaliyah ightiyalat yang dilakukan para Sahabat 

Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M t 8 ] 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

awalnya namun mendapat persetujuan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan kami 
mencukupkan disana dengan beberapa yang berhubungan dengannya. 

Contoh Pertama: Ightiyalat terhadap Ka'ab bin Al - Asyraf: 

Al-Imam Bukhari telah mengaitkannya dalam bab di kitab Al-Maghaziey dari 
shahihnya, berkata: (Bab pembunuhan terhadap Ka'ab bin Al-Asyraf). (Shahih Al- 
Bukhari, 4 / 1481) 

Sanad dari Jabir bin Abdillah - semoga Alloh meridhoinya- berkata: bersabda 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Siapa yang mau membereskan Ka'ab bin Al- 
Asyraf? Sesungguhnya dia menyakiti Alloh dan Rosul-Nya." 

Maka berdirilah Muhammad bin Maslamah, ia bekata: "Wahai Rosulallah, apakah 
engkau suka aku yang membunuhnya?" 
Beliau menjawab: "Ya". 

Muhammad bin Maslamah berkata : "kalau begitu izinkan aku (nanti) mengucapkan 
sesuatu..." 

Beliau menjawab: "Ya, silahkan katakana saja". 

Maka Muhammad bin Maslamah datang kepada Ka'ab bin Al-Asyraf dan berkata: "Siapa 
sebenarnya laki - laki itu (maksudnya adalah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam), dia 
memungut zakat dari kita dan membebani kita, sesungguhnya aku datang kepadamu 
untuk bersekutu denganmu." 

Ka'ab berkata: "Demi Alloh, tuliskan surat saksi untuknya." 

Muhammad bin Maslamah berkata: "Sesungguhnya kita telah mengikutinya, lalu kami 
tidak ingin meninggalkannya sampai kita lihat bagaimana akhir dari ajarannya. Dan 
kami menginginkan engkau meminjami kami satu wasaq atau dua wasaq (makanan)." 
Ka'ab berkata: "Kalau begitu berikan kepadaku barang sebagai gadai." 
Mereka berkata: "Barang apa yang kamu mau?" 
Ka'ab berkata: "Gadaikan wanita - wanita kalian." 

Mereka berkata: "Bagaimana kami akan menggadaikan wanita - wanita kami, 
sementara engkau adalah orang Arab yang paling tampan." 
Ka'ab berkata: "Kalau begitu gadaikan anak - anak kalian." 

Mereka berkata: " Bagaimana kami akan menggadaikan putera - putera kami kepadamu 
sementara mereka akan dicela karenanya dan akan dikatakan: hanya demi menggadai 

Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M [9] 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

satu atau dua wasaq (kalian rela menggadaikan anak - anak kalian), sungguh ini aib 

bagi kalian." 

Mereka berkata: "Kami akan menjadikan senjata kami sebagai gadaimu." 

Ka'ab berkata: "Baiklah." 

Maka ia menjanjikan kepada mereka untuk bertemu di malam hari dengan membawa 

geriba, bersama Abu Na'ilah -saudara sepersusuan Ka'ab-, maka Ka'ab mengundang 

mereka untuk datang ke bentengnya, kemudian ia turun untuk menemui mereka. Maka 

berkata istrinya Ka'ab: "Mau kemana engkau malam - malam begini?" 

Ka'ab menjawab: "Itu tiada lain adalah Muhammad bin Maslamah dan saudaraku Abu 

Na'ilah." 

Berkata Imam Al-Bukhari: "Perawi selain Amru mengatakan: "Kemudian istrinya 

berkata kagi: "Aku mendengar suaranya seperti tetesan air." Dalam riwayat lain: "Aku 

mendengar suara seperti suara darah." 

Ka'ab berkata: "Itu tidak lain adalah saudaraku, Muhammad bin Maslamah dan saudara 

sepersusuanku Abu Na'ilah. Orang yang mulia itu, kalau dipanggil untuk berjalan di 

malam hari pasti menyanggupi." 

Kemudian Muhammad bin Maslamah masukbersama dua orang, (menurut Amru kedua 

orang itu bernama Abu Abs bin Hibr dan Abbad bin Bisyr). Amru melanjutkan 

kisahnya: Berkata Muhammad bin Maslamah: "Jika dia datang, aku akan memegang 

kepalanya maka jika kalian telah melihatku berhasil melumpuhkannya penggallah 

lehernya." (Berkata: Inilah cara untuk membunuh orang seperti dia, sebab dia berbadan 

besar dan kuat.) 

Ketika turun dari benteng sembari menyandang pedang, " Kami mencium aroma harum 

dari tubuhmu." 

"Ya", jawab Ka'ab. 

Berkata selain Amru: berkata Ka'ab: "Istriku adalah wanita Arab yang paling harum. 

Berkata Amru: berkata kepadanya maksudnya berkata Muhammad bin Maslamah: 

"Bolehkah aku mencium kepalamu?" 

Ka'ab berkata: "Ya, silahkan." 

Ia pun pura - pura menciumnya. Ia berkata lagi: "Bolehkah aku mengulanginya lagi?" 

Maka ketika itulah Muhamad bin Maslamah berhasil melumpuhkannya, kemudia ia 

berkata: "Giliran kalian, bunuhlah dia." 

Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

"Mereka akhirnya berhasil membunuhnya. Kemudian disampaikanlah berita ini kepada 
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam". (HR. Bukhari, 4 / 1481) 

Telah berkata Al-Hafidz ibnu Hajar Al-Atsqalaniey -rahimahulloh-: dalam Mursal 
Ikrimah: "Namun kami menggadaikannya senjata kami beriringan dengan tahunya 
kamu terhadap hajat kami kepadanya, dia berkata: "ya" Dalam riwayat Al-Waqidiey: 
mereka mengatakan demikian agar diingkari kedatangan mereka dengan membawa 
senjata... 

Dalam riwayat Al-Kalbi: "Isterinya menahannya seraya berkata kepadanya (Ka'ab bin 
Asyrar): "kedudukanmu" demi Alloh sesungguhnya aku melihat merahnya darah 
bersamaan dengan suara... 

Ibnu Ishaq berpendapat: dihubungkan dengan periwayatan dari Abu Nailah dimana dia 
baru mengadakan pesta pernikahan dengan berselimutkan sebuah mantel, maka 
berkatalah isterinya kepadanya sambil memegang ujung selimutnya sambil berkata: 
"engkau orang yang terbiasa berperang dan yang terbiasa berperang itu tidak terjun ke 
perang pada jam-jam seperti ini." Ka'ab bin Al-Asy-raf berkata: orang yang 
memanggilku adalah Abu Nailah (silkan bin salamah). Jika ia melihatku tidur, ia pasti 
membangunkanku. Isteri Ka'ab bin Al-Asyraf berkata: "Sungguh aku mendengar 
keburukkan di ucapannya Abu Nailah." 

Dan di dalam mursal Ikrimah: isterinya memegang baju, dan berkata: "aku 
mengingatkanmu demi Alloh agar jangan pergi bersama mereka, demi Alloh aku 
mendengar suara tetesan darah (pembunuhan)." 

Perkataannya: telah berkata: dan dimasukanlah Muhammad bin Maslamah yang 
bersamanya ada dua orang pemuda. 

Dikatakan kepada Sufyan: diantara mereka ada yang bernama Amru, berkata: diantara 
mereka, berkata Amru: telah datang bersamanya dua orang pemuda, dan berkata selain 
Amru: Abu Abas bin jabr, harits bin Aus, Ubad bin Bisyr. 

Aku berkata - pendapat Al-Hafidh-: dalam riwayat Al-Humaid berkata: maka 
datang bersamanya Abu Nailah, Ubad bin Bisyr, Abu Abas bin Jabr, dan Harits bin 
Mu'adz... 

Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

Dan dikuatkan perkataan Ubad bin Bisyr dari Qashi dan mengenai kisah ini: 

"Maka telah benar pedangnya memenggal dirinya" 

"Di penggal kepalanya oleh Abas bin Jabr" 

"Alloh telah menjadikan bagi kami berenam" 

"Dengan nikmat Alloh dan mulianya pertolonganNya" 

Dan di dalam mursal Ikrimah berkata: Wahai Abu Sa'id izinkan aku mencium kepalamu, 
dan mengusapnya, mataku dan wajahku... 

Dan di dalam rawayat Ibnu Sa'ad: bahwa Muhammad bin Maslamah memasukan 
tangannya ke rambut samping Ka'ab bin al-Asyraf, lalu berkata: pukulah musuh Alloh 
ini ! para sahabat pun memukul Ka'ab bin Al-Asyraf dan pedang mereka menyerangnya 
dengan bertubi-tubi sehingga terbunuhlah dia. Berkata Muhammad: dia terbunuh 
dengan pedang maka dibawalah mayatnya, sehingga isterinya menyahut dengan 
berteriak : " wahai ahli Quraidzah dan nadhir, (dua kali)... 

Tatkala mereka telah sampai Baqi al-ghaqad mereka bertakbir, dan Rasulullah 
shallallahu 'alaihi wa sallam bangkit dari shalat malamnya. Maka tatkala telah terdengar 
takbir mereka, maka diketahuilah bahwa dia (ka'ab bin Al-Asyraf) telah terbunuh, 
kemudian mereka kembali kepada Rasulullah, dan Rasullullah berkata kepada mereka: " 
sungguh telah beruntung dan paling beruntung wajah kalian, maka mereka berkata: 
"wajahmu wahai Rasullullah, maka merekapun melemparkan kepala (Ka'ab bin Al- 
Asyrar) kehadapan beliau, maka beliau memuji Alloh setelah terbunuh dia (Ka'ab bin Al- 
Asyraf). 

Dan di dalam mursal Ikrimah: dikisahkan pagi harinya kaum Yahudi ketakutan, 
dan mereka datang kepada Rasullullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: " 
pemuka kami terbunuh secara diam-diam." Akhirnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam 
menceritakan kelakuan Ka'ab kepada mereka, dimana ia suka memprovokasi orang 
untuk menyakiti beliau dan kaum muslimin. Sa'ad menambahkan, "maka mereka 
menjadi takut dan tidak menjawab sedikitpun," (fathul Bari 7/339-340). 

Dan Abu Dawud telah mengeluarkan kisah igthiyalat terhadap Ibnu Al-Asyraf, dan 
diterjemahkan di dalam kitab Jihad sebagian dari sunnahnya dengan perkataan: (Bab. 

Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M [ 12 ] 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

Mengenai permusuhan disebabkan karena adanya kecemburuan karena agama (ghiroh) 
dan yang menyerupai di dalamnya). (Abu Dawud,3/87) 

Berkata Abu Dawud dalam "Aunul Ma'bud": (perang diatas ghiroh maksudnya: 
dalam keadaan lalai: dimana seorang pemuda masuk kepada tempat musuh dari 
kalangan orang kafir lalu membunuhnya dalam keadaan musuh itu lalai darinya, dan 
keadaan si musuh yang tidak mengetahui dirinya akan membunuhnya, dan tidak 
diketahui maksudnya oleh si musuh.). (Aunul Ma'bud, 7/321) 

Kisah-kisah yang di jelaskan diatas mengandung manfaat yang berguna bagi yang 
mau memperhatikan dimana manfaatnya paling sedikitnya ada dua : 

Pertama: Bolehnya menempuh cara igtiyalat dengan mempergunakan berbagai 
jalan, wasilah, dan metode-metode atau cara, yang terdiri dari siasat tipu 
daya, tipu muslihat, dan makar yang dimungkinkan dapat tidak diketahui 
oleh pembesar orang kafir yang akan dibunuh secara tersembunyi. 
Kebencian yang dilakukan untuk melaksanakan perintah ightiyalat 
karena memenuhi perintah Alloh dan Rasul-Nya, serta DienNya, disertai 
ketika melaksanakan ightiyalat ini dengan mempergunakan siasat tipu 
muslimat dan tipu daya: termasukyang paling agung dicintai Alloh dan di 
ridhoiNya serta sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Alloh. 

Telah berkata Imam Abu Dawud dalam " 'Aunul Ma'bud " dimana kisah ini 
mengandung manfaat: bahwa maksud orang dalam bab ini yakni bahwa 
perbuatan, tipu daya dan yang sejenisnya dalam membunuh musuh yakni 
orang kafir. ('Aunul Ma'bud, 7/321) 

Kedua : Bukti yang agung yang dijelaskan bahwa amaliyat yang dilakukan 

ditengah barisan-barisan musuh agama yang mana menggetarkan dan 
menjadi takut hati dari kalangan musuh yang dilakukan oleh sekelompok 
orang-orang yang beriman dengan mempergunakan pedang Alloh 
sehingga mereka mampu melakukannya -dengan izin Alloh- pergerakan 
yang besar dalam mengatasi makar musuh dan merubah kebanyakan dari 
yang digariskan dan perkara-perkara serta tipu daya musuh terhadap 
agama dan pengikutnya. Amaliyah yang sangat utama dalam rangka 
meninggikan kalimat Alloh yang tertinggi, memuliakan agamaNya dan 

Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

tentaraNya dengan terang-terangan, serta sebagi obat bagi dada orang- 
orang yang beriman. 

♦ Telah datang disisi ibnu Sa'ad di dalam kitab "Aththabaqot" setelah terbunuhnya 
Ibnu Al-Asyraf "tatkala Rasulullah mendapatkan kemenangan bersabda: "barang 
siapa yang berlindung di belakang dengan membela seorang yahudi maka 
bunuhlah dia." Maka takutlah orang yahudi dan tidak ada seorangpun yang 
berani berkata-kata, mereka khawatir dan takut bernasib sama seperti halnya 
nasib Ka'ab ibnu Asyrar. (Ath-thabaqot Al-kubra, 2/33, Imta'ul asma', 1/109- 
110) 

♦ Diriwayatkan dari Abu Dawud setelah dibunuhnya Ka'ab bin Al-Asyraf: (orang 
Yahudi dan orang-orang musyrik menjadi takut, mereka mendatangi Nabi 
shallallahu 'alaihi wa sallam dan mereka berkata: "telah dibunuh sahabat kami", 
maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan mereka yang mereka 
katakan dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memanggil mereka untuk 
menetapkan peraturan ini menetapkan agar mereka tidak melakukan seperti 
yang telah dilakukan Ka'ab bin Al-Asyraf, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam 
menetapkan/mewajibkan kepada mereka dan diantara kaum muslimin 
umumnya diatas sebuah kertas (perjanjian tertulis untuk tidak melakukan 
perbuatan seperti Ka'ab bin Al-Asyraf). (Abu Dawud, 3/154) 



Telah berkata Ibnu Al-Qayyim -rahimahulloh- (dengan kejadian ini) para kepala 
pemimpin yahudi menjadi takut, gentar dan terhina pada hari terbunuhnya ibnu Al- 
Asyraf). (Ahkamu Ahludzdzimmah, 3/1420) 

Sehingga hasil ightiyalat terhadap Ibnu Al-Asyraf adalah: bersemayamnya rasa 
takut, gentar yang amat sangat dirasakan oleh orang-orang yahudi dan para 
pengikut mereka. Sehingga mereka mau tunduk dan takut kepada kaum muslimin 
dengan bersegera masuk kepada perjanjian dengan kaum muslimin. 

Dan dari Syeikh Islam ibnu Taimiyah rahimahulloh ini merupakan perkataan yang 
mengindikasikan bahwa ightiyalat terhadap Ka'ab bin Al-Asyraf dilakukan dengan 
mempergunakan pedang atau senjata milik musuh sendiri dan Risalah yang ditulis 
beliau telah mendapat pujian yang agung dari penduduk Cyprus yang juga 

Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M [ 14 ] 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

menjelaskan pentingnya dan wajibnya membebaskan tawanan kaum muslimin yang 
dahulunya dalam kekuasaan Nashrani maka ditulislah risalah Al-Watsaiqiyah An- 
Nadirah yang membuktikan kesungguhan Syeikhul Islam dalam menegakkan urusan 
Islam dan muslimin. Yang dengannya hiduplah perkara dien ini yang secara 
realitanya selalu hidup ditengah-tengah manusia. Dan risalah ini ditulis beliau untuk 
membangkitkan semangat raja Cyprus untuk membebaskan tawanan muslimin dan 
perduli terhadap mereka. 

Dan risalah yang telah ditulis oleh syeikhul islam ini seputar motivasi semangat dan 
ancaman peringatan, janji dan ancaman, keberserahan diri berupa janji baik dan 
ancaman yang menakutkan. Dan risalah ini berisi bagian-bagian yang mengancam, 
menakut-nakuti dan peringatan bagi orang-orang yang meninggalkan perintah 
untuk membebaskan kaum muslimin yang tertawan oleh musuh. Pendapatnya 
diantaranya: (kemudian di samping kaum muslimin terdapat pemuda-pemuda yang 
menebus dengan dirinya (berani mati) yang mana mereka melakukan ightiyalat 
terhadap para penguasa di tanah negeri mereka, di Persia yang mana kejahatan 
penguasa-penguasa mereka telah tersiar dari dulu hingga kini, dan orang-orang 
yang shalih di antara mereka ketika berdakwah kepada Alloh tidak diperdulikan 
oleh mereka, mereka memperturutkan hawa nafsu mereka dan mereka hanya ridho 
kepada diri mereka sendiri. (Majmu Al-Fatawa 28/622) 



Contoh kedua: Ightiyalat terhadap Ibnu Abi Al-Huqaiq: 

Telah dikuatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari -rahimahulloh- pada bab dari kitab Al- 
Maghazi dari shahihnya berkata: (Bab pembunuhan terhadap Abi Rafi Abdillah Abi 
Al-Huqaiq dikatakan: salam bin Abi Al-Huqaiq dia adalah seorang Yahudi khaibar, 
dan dikatakan juga dia selalu berdagang dengan menunggang kuda ke tanah Hijaz. 
Berkata Azzuhri: dia setelah Ka'ab bin Al-Asyraf). (Shahih Al-Bukhari,4/1482) 

♦ Kemudian terdapat tambahan dari sanad dari Al-Baro bin 'Azib -semoga Alloh 
meridhoinya- berkata: Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus satu 
pasukan khusus dari beberapa lelaki Anshar untuk menyerang Abu Rafi yang 
merupakan orang Yahudi, kemudian mengangkat Abdulloh bin 'Atik sebagai 
pimpinan pasukan. Abu rofi' memiliki kebiasaan menyakiti Rasululloh 

Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M [ 15 ] 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

shallallahu 'alaihi wa sallam dan dorongan untuk melakukan, ia tinggal di 
bentengnya di kampung Al-Hijaz. Maka tatkala mereka sudah mendekat ke arah 
benteng tersebut, matahari sudah tenggelam dan orang-orang sudah kembali ke 
benteng sambil menggiring ternak mereka. Abdullah bin Atik berkata kepada 
teman-temannya: "duduklah kalian disini aku akan kesana dan menyamar di 
hadapan penjaga gerbang benteng. Semoga saja dengan begitu aku bisa masuk." 
Maka ia pun beranjak hingga posisinya dekat dengan pintu gerbang. Lalu ia 
menutupkan kain bajunya kemukanya seolah-seolah ia hendak buang hajat 
sementara orang-orang sudah masuk benteng. Maka penjaga gerbang berteriak, 
"Hai, hamba Alloh, kalau kamu mau masuk masuklah, karena aku akan mengunci 
gerbang." (maka Abdullah bin Atik menceritakan), "akhirnya aku masuk dalam 
kondisi masih menyamar, ketika semua orang sudah masuk, pintu gerbangpun 
ditutup dan kunci-kuncinya digantungkan di pasak. Maka aku mengambil 
gantungan kunci itu dan aku berhasil membuka pintu. Ketika itu Abu Rofi' 
sedang berbincang-bincang di malam hari dengan orang-orang yang ada di 
sekelilingnya di sebuah loteng miliknya, ketika orang-orang yang berbincang 
dengannya telah pergi, aku naik ke loteng tersebut. Setiap kali aku berhasil 
membuka satu pintu, ku kunci pintu itu dari dalam. Aku membatin seandainya 
orang-orang mencurigaiku, mereka tidak boleh sampai menangkapku sebelum 
aku membunuh Abu Rofi'. Akhirnya sampailah aku ke tempat dimana ia berada, 
ternyata ia berada di ruangan yang gelap diantara anggota keluarganya akupun 
tidak tahu dimana posisi dia di rumah itu. Aku berkata, "Hai, Abu Rofi'...." Abu 
Rofi'pun menjawab, "siapa itu,...." Segera saya hampiri suara itu dan ku tebas 
dengan sekali tebas dengan pedang sementara aku dalam keadaan bingung, 
tebasanku tidak berpengaruh banyak. Abu Rofi berteriak keras, maka aku segera 
keluar dari rumah itu dan tidak lama kemudian aku pun masuk kembali, aku 
berkata, "suara apa itu hai Abu Rofi'? "celaka ibumu, ada orang yang masuk ke 
rumah ini yang baru saja menebasku dengan pedang. "jawab Abu Rofi -sehingga 
diapun kutebas kembali dengan tebasan yang melukai namun aku belum 
berhasil membunuhnya. Setelah itu, kuletakkan ujung pedang diperutnya. hingga 
tembus ke punggungnya, maka tahulah aku kalau kali ini aku berhasil 
membunuhnya. Setelah itu aku membuka pintu satu demi satu hingga aku 
sampai pada salah satu tingkatnya. Akupun meletakan kakiku dan kulihat aku 

Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M [ 16 ] 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

sudah menginjakan kakiku ke tanah. Di malam berbulan itu, aku jatuh hingga 
betisku terluka, dan aku membalutnya dengan sorban. Lalu aku pergi hingga aku 
duduk di pintu gerbang. Ku katakan, aku tidak akan keluar dari benteng ini 
sampai kupastikan aku telah berhasil membunuhnya. Keesokan harinya ketika 
ayam berkokok, ada seorang yang naik ke pagar benteng dan berteriak, bahwa 
Abu Rofi si pedagang Hijaz telah mati, akhirnya aku pergi menemui pasukanku, 
aku katakan, "mari kita menyelamatkan diri, karena Alloh telah mematikan Abu 
Rofi', hingga aku kabarkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan ku 
ceritakan kepada beliau apa yang ku alami, beliau bersabda, "Bentangkan 
kakimu," akupun membentangkannya, lalu beliau mengusapnya seolah aku 
belum pernah sakit sebelumnya." (Al-Bukhari, 4/1482-1483) 

Pada kisah ini terdapat pelajaran kisah keberanian dan keteguhan, semangat yang 
tinggi dalam mengightiyal (membunuh senyap) terhadap para pemimpin kafir dalam 
rangka membela Alloh dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. 

Telah berkata Al-Hafidh Ibnu Hajar -rahimahulloh- dalam hadits ini terdapat 
beberapa Faidah: diperbolehkannya membunuh dengan cara ightiyalat (senyap) 
terhadap orang musyrik yang telah sampai dakwah Islam kepadanya namun masih 
tetap dalam kemusyrikan, dan kebolehan untuk membunuhnya dalam rangka menolong 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam baik dengan tangannya, hartanya bendanya dan 
lisannya. Juga hadits ightiyalat ini menerangkan bolehnya memata-matai kafir harbi 
dalam rangka untuk membunuhnya, dan hadits ini sebagai teror yang besar terhadap 
orang-orang musyrik agar mereka takut dan gentar. Dan diperbolehkan menyamarkan 
perkataan demi tercapainya kemashlahatan dan bolehnya sejumlah kecil kaum 
muslimin menyerang sejumlah besar kaum musyrik. 

Dan penetapan hukum dengan dalil dan tanda-tanda yang menunjukan Ibnu Atik 
terhadap Rofi' dengan seruannya (suaranya) dan penyandarannya kepada suara yang 
menyeru kepada kematian, wallohu Alam. (Fathul Bari, 7/345) 

Dan diantara nasyidnya Hisaan bin tsabit -semoga Alloh merindhoinya- yakni: 

Karena Alloh sepasukan kecil itu melapangkan mereka 

Wahai Ibnu Al-Huqaiq dan kamu wahai Ibnu Al-Asyraf 

Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M [ 17 ] 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

Mereka senang seperti halnya singa yang berada di tempat mereka berkumpul 

untuk makan 

Sampai mereka mendatangi kalian di sekeliling tempat kediaman kalian 

Mereka menyerukan kepada kalian dengan kematian karena telah di syariatkannya 
membunuh. 

Mereka bersemangat dengan berbinar-binar matanya untuk membela dien Nabi 
mereka 

Menghinakan setiap urusan perkara yang terputus 

(Siroh Ibnu Hisyam, 4/237, Al-Bidayah wa Nihayah, 4/8, 138) 

Maka perhatikanlah apa yang telah datang dari Abdullah bin Ka'ab bin Malik 
dalam Martuh riwayatnya mengenai kisah ini berkata: (dahulu apa yang telah Alloh 
perbuat bagi Rasululloh bahwa Aus dan Khazraj keduanya adalah kabilah yang bersatu 
sehingga tidak ada yang diperbuat oleh Aus sedikitpun kecuali kabilah Khazray berkata: 
"Demi Alloh tidaklah mereka pergi dengan kesempurnaan ini diatas kami." demikian 
pula apa yang dikatakan oleh Kabilah Aus, maka tatkala telah terjadi pada Aus yakni 
Ka'ab bin Al-Asyraf, diingatkan pula kepada Khazraj seorang yang telah memusuhi 
Rasululloh -shallallahu 'alaihi wa sallam- sebagaimana keadaan Ka'ab bin Al-Asyraf, 
maka mereka diingatkan dengan Ibnu Abi Al-Huqaiq....). (Fathul Bari, 7/342) 

Maka sesungguhnya keadaan dulu para sahabat -semoga Alloh meridhoi mereka 
seluruhnya- mereka berlomba-lomba dalam rangka membunuh para pembesar- 
pembesar kekafiran, dan mereka mencukupkan dirinya semata-mata bersegera 
melakukan amalan ightiyalat ini dalam rangka mendapatkan ridha Alloh dan oleh 
karena itulah mereka pun berlomba-lomba. 

Telah berkata Asy-Syeikh Abdurrahman Ad-Dausari -rahimahulloh- tatkala 
menuturkan salah satu bentuk dari macam penghambaan di dalam tafsirnya mengenai 
firman Alloh Ta'ala : 

Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M [ 18 ] 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

Berkata: Sesungguhnya mempersiapkan kekuatan berdasarkan kemampuan dan 
mempersiapkan kekuatan ini merupakan kewajiban Dien, dan kelaziman untuk 
menegakannya (dituntut keseriusan untuk mempersiapkan kekuatan) maka seorang 
hamba Alloh tidak pernah meninggalkan (melepaskan atau meninggalkan) senjatanya 
di dalam meraih keutamaan ightiyalat ini. 

Begitupun juga: maka seorang hamba yang karena Alloh yang senantiasa memegang 
teguh kewajiban jihad secara dzatnya supaya memutuskan untuk membunuh, 
memerangi para pembesar-pembesar kekafiran dari kalangan para penyeru-penyeru 
yang menyembunyikan kekarirannya kepada manusia 

(Atheis=mulhidin=pembangkang) dan Bahaiyah, dan setiap yang pencela wahyu Alloh 
atau yang menghinakan ajaran Alloh dan Rasul-Nya dengan tulisan-tulisan pena mereka 
atau para penyeru yang melawan Dien yang hanif ini. 

Karena inilah seruan karena Alloh dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam 
tidak diperbolehkan bagi kaum muslimin untuk membiarkan mereka hidup di dunia 
secara khususnya maupun umumnya karena mereka lebih berbahaya dari pada Ibnu 
Abi Al-Huqaiq dan selainnya. Dengan melaksanakan sunnah dari Rasulullah shallallahu 
'alaihi wa sallam dengan mengightiyali mereka. Maka meninggalkan perintah ightiyalat 
dan membiarkan mereka pada zaman ini: sebagai perbuatan yang telah meninggalkan, 
meniadakan wasiat Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam, penghilang dan 
pembangkangan dari penghambaan kepada Alloh, bermudah-mudah dalam urusan ini 
(meremehkannya) berteriak-teriak untuk memperoleh hidayah Alloh, tidak akan 
terbentuk kecuali dengan menghilangkan selainnya karena Alloh, maka amalan 
ightiyalat ini adalah amalan yang agung dalam meraih cinta Alloh dan Rasul-Nya dan 
pengagungan kepada keduanya. Sehingga dengannya akan melapangkan dada, 
membebaskan sesak di dada karena ini sebagai penghambaan diri kepada Alloh, yang 
bermakna dengannya membuktikan benarnya (keimanan) si pelakunya. (Shafwatu Al- 
Atsar Wal-Mafahim, 1/268) 



Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M t 19 ] 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

Peringatan penting: Besarnya ancaman kepada siapa saja yang mengatakan 
bahwa perbuatan ightiyalat terhadap orang kafir harbi sebagai bentuk 
pengkhianatan: 

Di bangun diatas apa yang telah lalu makna dari pernyataan dhahir di isyaratkannya 
ightiyalat terhadap para karir harbi termasuk para pembesar dari kalangan orang karir 
yang telah menghalang-halangi dari jalan Alloh, maka barangsiapa yang mengatakan 
amalan ini sebagai bentuk pengkhianatan atau dia mengatakan bahwa Islam 
mengharamkan perbuatan ini dan Syariat telah menyelisihinya maka sungguh dia telah 
memecah belah urusan Alloh ini, dia telah berbohong, mendustakan Al-Quran dan Al- 
Hadits, menentang Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan dia telah mendatangkan 
kerusakan di dunia dan di akhirat. 

Alloh Ta'ala berfirman: 

Ag i» i L$i Cy^ V k^\ js&l\ 4-ajI Ijli^s A^y^ ^ J j &^4 £ ' ^*-} o* ,"»$'1^1 Ijii^J (jjj 

6j4^ 

"Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca 
agamamu, Maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena 
Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar 
supaya mereka berhenti." (QS. At-Taubah :12) 

Telah berkata Al-Qurthubi - rahimahulloh - sebagian para ulama menunjukan 
mengenai ayat dari surat At-Taubah ayat 12 tentang wajibnya membunuh setiap orang 
yang mencela, menghina dien yang mana dia kafir. Mencela, menghina disini 
maksudnya menyandarkan kepada sesuatu apa yang tidak berkesesuaian atau dia 
berpaling karena disebabkan meremehkan dari perkara dien yang telah tetap 
pendalillannya secara qath'i diatas benarnya yang telah menjadi perkara ushul dan 
tetapnya yang telah menjadi perkara cabangnya. Telah berkata Ibnu Al-Mundzir, para 
ulama telah sepakat pada umumnya dari kalangan ahli ilmu bahwa siapa saja yang 
menghina Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam maka dia harus dibunuh. Pendapat ini juga 
di sepakati oleh Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Al-Laits, Ishaq dan Madhab Asy-Syafi'i 
dan telah di hikayatkan dari An-Nu'man bahwa dia berkata, tidak dibunuh orang yang 

Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M [ 20 ] 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

menghina Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari kalangan kafir dzimmi yang nantinya 
ada penjelasannya. 

Telah diriwayatkan bahwa seorang pemuda telah berkata di dalam majelis Ali, " 
tidaklah ka'ab bin Al-Asyraf dibunuh kecuali ia telah berkhianat, maka Ali 
memerintahkan agar memenggal lehernya, dan berkata kepadanya di majelis 
muawiyyah, maka berdirilah Muhammad bin Maslamah, berkata, "apakah dia 
mengatakan ini di dalam majelismu dan kamupun diam"!!! demi Alloh, aku tidak akan 
tinggal denganmu satu atap selama-lamanya namun aku akan menyendiri darimu dan 
aku akan membunuhnya (Ka'ab bin Al-Asyraf). Telah berkata para ulama kami, dia 
dibunuh dan dia tidak diminta taubat jikalau dia berkhianat kepada Nabi shallallahu 
'alaihi wa sallam dan ini yang dipahami oleh Ali dan Muhammad bin Maslamah -semoga 
Alloh meridhoi keduanya- yang berpendapat untuk membunuhnya karena dia telah 
zindiq (menyembunyikan kekarirannya), adapun jika menyandarkannya bahwa 
membunuhnya merupakan bentuk penghianatan maka pendapat ini adalah pendapat 
yang dusta karena tidak ada seorangpun pada perkataan mereka bersamanya yang 
menunjukan bahwa meraka aman atau terjamin keamannya, sehingga pendapat ini 
tidak shohih. Seandainya mereka telah melakukannya tatkala dia aman, padahal Nabi 
shallallahu 'alaihi wa sallam hanya menemui mereka untuk membunuhnya 
(memerintahkan Muhammad bin Maslamah untuk membunuhnya) tidak memberikan 
jaminan keamanan kepada ka'ab bin Al-Asyraf. Dan beliau memberikan ijin kepada 
Muhammad bin Maslamah untuk mengatakan (tauriyah). 

Di atas inilah yang menjadi alasan membunuh siapa saja yang menasabkan 
kepada mereka dengan menampakkan penentangan dan pembangkangan. Dan 
sebabnya: apakah harus menyandarkan atau mengharuskan nisbah pengkhianatan ini 
hanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, karena kadang-kadang mereka 
melakukannya dan ridho dengannya maka yang menjadi kepastiannya yakni ridho 
dengan penghianatan dan pendapat yang sharih adalah: dia diperangi atau dia tidak 
menisbatkan pengkhianatannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam maka dia 
tidak dibunuh. Apabila dikatakan kepada kami: "tidak dibunuh maka meski dari adanya 
penolakan pendapat-pendapat tersebut, dan konsekuensi hukumnya dengan 
pemenjaraan dan pukulan yang keras (ta'jir) dan pengucilan." ( tafsir Al- Qurthubi 8/82, 
lihat: syarah muslim, karya An-Nawawi 12/161, As-Syarim Al-Maslul, karya Ibnu 
Taimiyah 2/183-184) 

Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

aku (pengarang: syaikh Abu Abdillah al-Muhajir) berkata: maka bertaqwalah 
kepada Alloh masing-masing kalian dalam urusan dien-Nya, tahanlah lisan-lisan kalian 
dengan memuji-muji terhadap perkara yang belum antum ketahui sehingga 
menjerumuskan jiwa kedalam kebinasaan sedangkan dia tidak menyadarinya. 

Adapun para mujahidin: janganlah terpengaruh dalam memunaikan kewajiban 
mereka dari celaan dan dari orang yang selalu mencela, dan juga dari orang yang selalu 
menghina ketika mereka menghina, maka mereka (para mujahidin) sebagaimana dalam 
rirman Alloh : 

i»jV 4-ajJ (jjSLkj Vj ^ul U^" 1 C5^ UJ^^-? 1 ^ 

"Mereka berperang dijalan Alloh dan tidak takut kepada orang- orangyang 
mencela ketika mereka mencela. " (Qs. Al-Maidah, (5) : 54) 

Ada pendapat dari madhab ahli bid'ah yang mengatakan bahwa disyari'atkannya 
ightiyalat terhadap orang kafir diharuskan dengan keberadannya daulah islamiyah yang 
menyerahkan sepenuhnya urusan ini kepada imam dari kaum muslimin yang syar'i dan 
sekiranya dimana bila mereka mendiamkannya maka ketakutan dari musuh akan 
menyelimuti mereka, selain bahwa hawa nafsu yang dikehendaki dari pelaku kebathilan 
akan ditampakan kepadanya baik sebagiannya dan keseluruhannya!! Dan telah lewat 
makna di dalam bab awal dari risalah ini (dalam mukodimah risalah pada bab ke-2 dari 
risalah yang lain besar dengan judul kumpulan mengenai fiqih jihad -semoga Alloh 
memudahkan dalam menyempurnakannya). 

Mengenai pendapat mengenai pensyaratan yang bathil yang diletakan dalam 
pembahasan masalah jihad: penjelasan bathilnya jihad yang mengharuskan adanya 
imam, dan telah nampak kekuatan (mempunyai kekuatan) maka pendapat ini adalah 
pendapat yang telah keluar dari perkataan para ahli ilmu (tidak berdasar ilmu) 
sehingga menjadi bahan perdebatan, maka memutuskan hukum mengenai 
permasalahan tidak ada keraguan lagi dengan berdasarkan kepada dalil yang utama dan 
yang menyelisihinya supaya kembali rujuk kepada dalil karena waktu disana (lihat: 
A'lamu As-sunnah Al- mansurah Fie sifat thaifah Al-Mansurah, 2/491). 

Dahulu perkara ightiyalat diperintahkan setelah hijrah yang mana kaum 
muslimin mendapatkan kemenangan dengan tegaknya daulah, dikarenakan belum 
disyari'atkannya jihad kecuali setelah hijrah, tidak juga bila keadaan daulah dan imam 
menjadi syarat baginya maka tidak ada seorangpun yang mengatakannya sebelumnya, 

Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M [ 22 ] 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

setelah diperintahkannya kewajiban berjihad maka jihad menjadi kewajiban yang terus 
menerus berlangsung hingga hari kiamat baik kaum muslimin bersama daulah dan 
imam ataupun tidak, karena telah lewat pembahasan dari ahli ilmu yang menjelaskan 
permasalahan ini. 

Dan ibroh lain: perkara bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak 
meninggalkan umatnya diatasnya dan ini perkara yang sangat jelas dari yang dijelaskan. 
Dan telah dikatakan bahwa syarat ketaatan tidaklah tetap kecuali dengan dalil (ahkam 
Al-Qur'an, karya ibnu Arabi) tidak boleh berdasarkan hawa nafsu dan menganggap baik 
tanpa berdasar, karena syari'at ini telah sempurna dan tidak ada yang terlupakan disisi 
Rabb. Dan urusan mereka dikembalikan kepada Alloh, manakala musuh-musuh dari 
kalangan orang-orang kafir menyerbu daerah kekuasaan kaum muslimin, menguasai 
daerah kaum muslimin, merampas semua kekayaan kaum muslimin, melanggengkan 
urusan orang-orang kafir, melanggengkan larangan, berhakim dengan hukum kekariran, 
pembangkangan dan penentangan, maka apa maksudnya pendapat yang mengatakan 
bahwa jihad ini harus disyari'atkan tegak dahulu daulah islamiyyah yang segala urusan 
ini dipegang oleh Al-Imam kaum muslimin yang syar'i untuk menghadapi musuh kafir 
?!!! (sedangkan kita bisa menyaksikan kebiadaban dan kebengisan orang kafir yang 
melampaui batas kemanusiaan terhadap kaum muslimin). 

Ingatlah yakni perkataan ini secara dhahirnya yang tidak diperselisihkan di 
dalamya: kecuali negeri islam dan hamba yang karena fitnah yang dilancarkan oleh 
orang kafir dan kerusakan dan telah meninggalkan permusuhan terhadap orang kafir 
sampai kemenangan nyata dan rasa aman dari makar mereka baik di siang ataupun 
malamnya, sedangkan musuh tetap melancarkan tipu dayanya sehingga kemulian dien 
ini dicabut dari hati dan akal generasi penerus umat maka realita ini sudah menjadi 
tabi'at (sifat) bersamaan dengan keberkuasaan dan pendudukan orang-orang kafir 
kepada kaum muslimin baik dirinya, harta bendanya dan kehormatannya yang 
bercampur dengannya sebagaimana yang telah dikehendaki yaitu berupa keamanan 
dan ketenangan yang sangat diharapkan namun segalanya telah menjadi keruh, hilang 
dari keutamaan di rusakbatasan-batasannya. 

Apakah daulah islamiyyah yang mengharuskan kepada kepemimpinan imam 
kaum muslimin secara syar'i yang berhukum dengan al-qur'an dan sunnah Nabi 
shallallahu 'alaihi wa sallam akan kepada mereka dari atas langit dengan tangga yang 
terbuat dari emas seiringan. Di lain pihak mereka duduk-duduk meninggalkan jihad ?!!! 

Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M 



Di Syari'atkannya Ightiyalat terhadap Kafir Harbi 

atau kaum muslimin bangkit mengadakan perlawanan melawan musuh mereka, yakni 
orang kafir seluruhnya dengan kekuatan serta menyemangati umat untuk berjihad 
sampai mereka tunduk kepada islam?!!! 

Dan demi Alloh, maka bagaimana bisa mendapatkan kebaikan apabila seseorang 
hanya kagum dengan yang tampak olehnya sehingga yang dia dapatkan hanyalah 
kehinaan, siksa yang ditimpakan Alloh karena mereka telah memperturutkan hawa 
nafsu seiringan pada realitanya mereka telah menghilangkan keutamaan jihad mereka 
hidup keluar dari realita yang ada sehingga mereka terusir dari waktu dan tempat 
(karena meninggalkan jihad) dan hanya kepada Alloh di kembalikan, cukuplah Alloh 
sebaik-baik wakil. 



•4 \ 



j~Jl*)l Oj <& JU?Jlj 



Doakan selalu Mujahidin 



Saudara-saudara antum di 




tertbiMisp 



Di sini kita bermula dan di ma'rokah kita kan berjumpa 
http://www.al-busyro.org/vb 



Forum Islam Al-Busyro | 1433 H-2012 M 



[24]